Blog

  • BNN Empat Lawang Perkuat Gerakan Bejeghum P4GN Bersinar, Libatkan Desa hingga Insan Pers

    BNN Empat Lawang Perkuat Gerakan Bejeghum P4GN Bersinar, Libatkan Desa hingga Insan Pers

    murexs.silampari.com/, EMPAT LAWANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Empat Lawang terus memperkuat gerakan Bejeghum P4GN Bersinar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi perempuan hingga insan pers.

    Gerakan yang mengandalkan kearifan lokal ini bertujuan memperluas upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) hingga ke tingkat desa, sekaligus mendukung terwujudnya Desa Bersih Narkoba atau Desa Bersinar.

    Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, Andi Kurnian, S.Sos., menyampaikan hal tersebut seusai rapat koordinasi fasilitasi intervensi sumber daya pembangunan di desa yang digelar di Kantor BNN Kabupaten Empat Lawang, Selasa (13/10/26).

    Andi menjelaskan, kata Bejeghum berasal dari bahasa lokal Empat Lawang yang berarti mengajak.

    Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak melakukan berbagai kegiatan positif, khususnya dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

    “Bejeghum ini berasal dari bahasa lokal kita, bahasa Empat Lawang, yang artinya mengajak. Kita mengajak masyarakat melakukan kebaikan, termasuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujarnya.

    Menurut Andi, keberhasilan program P4GN membutuhkan keterlibatan berbagai sektor.

    Karena itu, BNN Empat Lawang menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai organisasi perempuan.

    Organisasi perempuan yang dilibatkan di antaranya Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan, Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Bunda Posyandu.

    Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan lingkungan sosial terhadap ancaman narkoba.

    Melalui lingkungan keluarga, edukasi mengenai bahaya narkotika dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

    Oleh sebab itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui kegiatan formal, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat desa.

    Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, gerakan Bejeghum P4GN Bersinar diharapkan dapat membantu warga mengenali indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

    Pengguna Narkoba Didorong Mendapatkan Rehabilitasi

    Selain pencegahan, BNN Empat Lawang juga menekankan pentingnya pendekatan rehabilitasi bagi masyarakat yang telah terlanjur menggunakan narkoba.

    Andi mengajak keluarga dan masyarakat memberikan perhatian serta mendorong pengguna narkoba agar memperoleh penanganan yang tepat.

    Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melalui pelaporan secara sukarela sehingga yang bersangkutan bisa mendapatkan akses layanan rehabilitasi sesuai ketentuan.

    “Yang sudah terlanjur memakai kita dorong untuk direhabilitasi, baik melalui pengaduan maupun kesadaran masyarakat untuk membawa keluarganya mendapatkan pengobatan,” katanya.

    Di sisi lain, BNN Empat Lawang mendorong optimalisasi peran tim terpadu P4GN pada setiap tingkatan pemerintahan.

    Di tingkat kabupaten, tim dipimpin kepala daerah, sedangkan di tingkat kecamatan dan desa melibatkan camat serta kepala desa sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

    Andi berharap penguatan koordinasi tersebut membuat gerakan pencegahan narkoba tidak berhenti pada rapat atau kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

    Ia menambahkan, gerakan Bejeghum P4GN Bersinar dirancang agar dapat dilaksanakan tanpa membutuhkan biaya besar.

    Namun, pelaksanaannya tetap memerlukan arahan pimpinan daerah, komitmen bersama, serta koordinasi yang baik antarpemangku kepentingan.

    “Program ini tidak memerlukan biaya besar. Yang penting komando dari pimpinan dan semua pihak bergerak bersama-sama mengajak masyarakat melakukan P4GN,” ungkapnya.

    Insan Pers Diajak Aktif Edukasi Bahaya Narkoba

    BNN Empat Lawang juga mengajak insan pers berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat.

    Melalui pemberitaan yang informatif dan edukatif, pesan pencegahan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, mulai dari lingkungan pribadi, keluarga, hingga masyarakat luas.

    Keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi perempuan, masyarakat, dan media diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan serta pemberantasan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Empat Lawang.

    Dengan mengedepankan sinergi lintas sektor dan kearifan lokal, gerakan Bejeghum P4GN Bersinar diharapkan menjadi upaya berkelanjutan untuk mewujudkan desa yang bersih dari narkoba serta masyarakat yang sehat dan produktif, sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Nanda)

  • Kajati Sumsel Lakukan Kunjungan Kerja ke Kejari Empat Lawang

    Kajati Sumsel Lakukan Kunjungan Kerja ke Kejari Empat Lawang

    murexs.silampari.com/, EMPAT LAWANG – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kejaksaan Negeri Empat Lawang, Selasa (13/10/26).

    Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka pemantauan, evaluasi, dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas serta fungsi institusi.

    Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad, Wakil Bupati Empat Lawang Arifa’i, Ketua DPRD Empat Lawang Darli, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0405 Lahat, serta Kapolres Empat Lawang.

    Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari koordinasi antara Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan Kejaksaan Negeri Empat Lawang untuk memastikan pelaksanaan tugas pada masing-masing bidang berjalan sesuai dengan ketentuan dan kebijakan institusi.

    Selain melakukan pemantauan dan evaluasi, kunjungan tersebut juga berkaitan dengan pelaksanaan tugas di bidang penegakan hukum, intelijen, pembinaan, serta bidang lainnya di lingkungan Kejari Empat Lawang.

    Dalam pelaksanaan tugas kedinasan, jajaran Kejari Empat Lawang diharapkan tetap mengedepankan profesionalisme, kedisiplinan, dan integritas serta berpedoman pada nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa.

    Pelayanan hukum kepada masyarakat juga diharapkan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan humanis.

    Kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kejari Empat Lawang dalam menjalankan penegakan hukum serta pelayanan hukum kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Nanda)

  • Kabut Asap Melanda Sumsel, Dinkes Empat Lawang Catat 294 Kasus ISPA Selama Oktober 2026

    Kabut Asap Melanda Sumsel, Dinkes Empat Lawang Catat 294 Kasus ISPA Selama Oktober 2026

    murexs.silampari.com/, EMPAT LAWANG – Maraknya kabut asap yang melanda Provinsi Sumatera Selatan menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang.

    Dampak kondisi tersebut, ditambah kemarau panjang yang masih berlangsung, turut menjadi perhatian terhadap meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah setempat.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Dery Kurniawan, mengatakan kasus ISPA di Kabupaten Empat Lawang mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    Menurut Dery, peningkatan tersebut terjadi dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Empat Lawang.

    “Untuk kondisi saat ini, ISPA yang ada di Kabupaten Empat Lawang apabila dibandingkan dengan tahun lalu, itu meningkat secara signifikan. Peningkatannya memang beberapa bulan ini kemarau panjang yang dihadapi di Empat Lawang,” ujarnya.

    Ia menyebutkan, berdasarkan data periode 1 hingga 13 Oktober 2026, tercatat sebanyak 294 warga terdampak ISPA yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Empat Lawang.

    Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan kasus tersebut melalui 10 puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Empat Lawang.

    Dery juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dan menjaga kondisi kesehatan, terutama selama musim kemarau masih berlangsung.

    “Melihat cuaca sampai saat ini masih musim kemarau, kami sampaikan kepada masyarakat untuk dapat menjaga kesehatannya. Aktivitas di luar ruangan agar dikurangi, menjaga imun tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, sehingga daya tahan tubuh kita kuat dan dapat mencegah terjadinya ISPA di masyarakat,” katanya.

    Selain mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang juga telah menyiapkan pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi kabut asap.

    Menurut Dery, posko pelayanan kesehatan telah disiagakan di puskesmas-puskesmas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak ISPA.

    “Kami juga Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang mempersiapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak ISPA di puskesmas. Kita menyiapkan posko kesehatan. Silakan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap maupun ISPA untuk datang ke puskesmas-puskesmas. Pelayanan telah kita siagakan, termasuk untuk masyarakat yang membutuhkan penanganan,” jelasnya.

    Dinas Kesehatan berharap masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang dialami dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis.

    Dengan meningkatnya kasus ISPA di tengah kondisi kemarau dan kabut asap, masyarakat diimbau untuk mengurangi paparan asap, menjaga daya tahan tubuh, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah daerah. (Nanda)

  • Lapas Empat Lawang Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan kepada Masyarakat

    Lapas Empat Lawang Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan kepada Masyarakat

    murexs.silampari.com/, EMPAT LAWANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Empat Lawang menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan makanan kepada masyarakat di sekitar lingkungan Lapas.

    Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan silaturahmi antara jajaran pemasyarakatan dan masyarakat.

    Dalam kegiatan tersebut, jajaran Lapas Empat Lawang turun langsung ke lapangan untuk membagikan makanan kepada warga dan para pedagang di sekitar wilayah Tebing Tinggi. Aksi berbagi ini berlangsung dengan penuh kehangatan sebagai wujud perhatian dan kepedulian terhadap sesama.

    Melalui kegiatan Jumat Berkah, Lapas Empat Lawang berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang menerima bantuan.

    Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun hubungan yang harmonis antara jajaran Lapas dan masyarakat di lingkungan sekitar.

    Lapas Empat Lawang berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial yang positif sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

    Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari mewujudkan pemasyarakatan yang humanis, peduli, dan semakin dekat dengan lingkungan sekitar.

    Melalui kegiatan sederhana tersebut, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sehingga hubungan antara Lapas dan masyarakat semakin erat serta memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat. (Nanda)

  • Terkait Pelayanan PLN, Tokoh Pemuda Rawas Ulu Layangkan Surat Keluhan ke DPRD Muratara

    Terkait Pelayanan PLN, Tokoh Pemuda Rawas Ulu Layangkan Surat Keluhan ke DPRD Muratara

    Dedi : Sudah Seminggu Surat Dilayangkan, Belum Ada Balasan

    murexs.silampari.com/, Muratara — Masyarakat menyampaikan keluhan terkait pelayanan PT PLN (Persero) terutama di Kecamatan Rawas Ulu, surat keluhan dilayangkan langsung ke Komisi III DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (MURATARA). Karena diduga listrik sering sekali mengalami overload atau (beban berlebih) sehingga listrik byer pet dan drop tegangan. Kondisi tersebut dianggap sangat merugikan masyarakat karena selain mengganggu aktivitas sehari-hari, juga berdampak pada kerusakan peralatan elektronik.

    Untuk itulah pada Kamis ,(01/10/2026), perwakilan salah satu tokoh pemuda Dedi (37), dari Kecamatan Rawas Ulu bersama beberapa warga telah menyurati Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muratara komisi III perihal kondisi pelayanan PLN yang tak kunjung usai dalam memberikan pelayanan terbaik.

    Adapun tujuan menyurati keluhan terhadap pelayanan PLN tersebut untuk mendapatkan penjelasan penyebab seringnya terjadi gangguan listrik di Kabupaten Musi Rawas Utara terutama untuk wilyah Kecamatan Rawas Ulu.

    "Sering terjadi overload. Kami merasa tercekik dengan kondisi ini. Selain harus terus membeli token listrik, barang-barang elektronik di rumah juga sering mengalami kerusakan akibat listrik yang tidak stabil dan sering mati," ujar Dedi.

    Lanjutnya, " Namun sayangnya sampai hari ini setelah surat keluhan dilayangkan ke DPR melalui komisi III belum juga ada tanggapan dan tindakan ataupun solusi dari keluhan masyarakat terhadap pelayanan PLN tersebut,"ungkap Dedi kepada wartawan. Sabtu (10/10/202).

    Sementara itu orang nomor satu di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Bupati H. Devi Suhartoni selalu aktif di laman Facebook pribadinya menanggapi permasalahan tegangan PLN yang terjadi beberapa bulan terakhir, hal tersebut dijelaskan Bupati jika Permasalahan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang banyak dipertanyakan masyarakat yakni penurunan tegangan listrik di sebagian wilayah disebabkan oleh adanya pemeliharaan besar (overhaul) pada PLTGU Samaran–Sarolangun.

    Baca juga link : https://murexs.silampari.com/pln-ulp-muratara-ungkap-penyebab-listrik-drop-di-sebagaian-wilayah-pelanggan-dihimbau-batasi-pengggunaan-barang-elektronik/

     

    “PLN masih macet karena lah dikato fb awak kemarin, ado perbaikan di penyulingan jambi jadi jalur kito terganggu arus lemah dan biar pret, sekrang PLN mau pasang tiang digardu induk kito masalah karena yang punyo tanah dak boleh pasang tiang kalau tidak mahal….smoga tuhan mempermudah semua urusan PLN (Bahasa Daerah, Red),” ungkap Bupati di laman Facebook pribadinya.

    Untuk diketahui pembangunan Gardu Induk ULP PLN Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sempat tertunda sejak 2019 namun kembali dikoordinasikan oleh Pemkab Muratara bersama ULP PLN Muratara dengan target penyelesaian dan pengoperasian pada akhir 2026 setelah persoalan lahan dan pemasangan tiang jaringan tuntas.

    Manajer PLN UP3 Lubuk Linggau Juniawa Laoli melalui Asisten Manajer Jaringan dan Konstruksi Distribusi PLN UP3 Lubuklinggau, Tedi Triadi mengatakan pihaknya terus mengejar pembangunan infrastruktur kelistrikan demi mendukung ketersediaan listrik yang handal, termasuk melalui pengoperasian Gardu Induk dan pemasangan tiang jaringa di Kabupaten Muratara yang menghubungkan antara Musi Rawas Utara, Musi Rawas Dan Lubuk Linggau, (MLM).

    “PLN UP3 Lubuk Linggau akan terus menggencarkan pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk menghadirkan energi listrik yang berkualitas, handal dan memberikan pelayanan terbaik sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat khsusunya di Kabupaten Muratara, kami yakin listrik juga turut andil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat,” ungkap Tedi Triadi.

    Tak lupa dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu dari awal pembangunan Gardu induk dan jaringan di Muratara hingga saat ini.

    “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu proses pembangunan Gardu Induk dan pemasangan tiang jaringan listrik di Kabupaten Muratara ,semoga di akhir tahun 2026 ini dapat selesai dengan baik. Ini menjadi bukti komitmen Pemerintah bersama PLN dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang sangat ditunggu oleh masyarakat,” ujar Tedi Triadi.

    Senada dengan hal tersebut, Manajer ULP PLN Muratara Bani Novrico, menjelaskan bahwa sebelumnya, pembangunan Gardu Induk yang berlokasi di Kecamatan Rupit yakni di simpang kabu ini memang sempat mengalami serangkaian hambatan sosial dan pembebasan lahan.

    Beberapa kendala yang sempat memperlambat progres di antaranya adalah klaim ganti rugi dari masyarakat, Meski menghadapi berbagai tantangan dalam proses pembangunannya, ULP PLN Muratara berhasil merampungkan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut hal tersebut tentunya tak lepas dari dukungan stakeholder dan seluruh elemen masyarakat.

    “Kami berterima kasih kepada pemerintah, pemangku kepentingan, dinas terkait , mitra PLN dan masyarakat yang telah mendukung pembangunan ini hingga selesai dan semoga segera dapat beroperasi dalam melayani kebutuhan listrik khususnya di Kabupaten Muratara,” jelas Bani Novrico.

    Pemerintah Kabupaten Muratara dan pihak PLN akan terus melakukan pendataan ulang serta percepatan penyelesaian kendala di lapangan agar infrastruktur kelistrikan ini dapat segera beroperasi.

    Bani Novrico juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Muratara Khususnya masyarakat di Kecamatan Rawas Ulu agar Gardu Induk di Muratara bisa segera beroperasi karna saat ini memang masih ada satu persoalan pada lahan tanam tumbuh warga yang belum memberikan izin untuk di pasang jalur tiang jaringan listrik.

    “Memang masih satu kendala ada masyarakat yang belum memberikan izin untuk di bangun tiang jaringan listrik, namun Insya Allah, mohon doa serta dukungan masyarakat. Saya bersama Tim ULP PLN Muratara dan UP3 lubuklinggau serta di dukung oleh pemerintah setempat selalu berharap serta terus berusaha agar listrik di Kabupaten Muratara bisa normal secepatnya. Baik dari segi tegangan maupun kehandalan listrik, mohon doa dari semuanya,” harap Bani Novrico.

    Berikut adalah poin penting mengenai perkembangan Infratruktur jaringan Gardu Induk ULP PLN Muratara:

    • Target Beroperasi: Dengan selesainya masalah administrasi lahan ini, PT PLN dan Pemkab Muratara menargetkan Gardu Induk Muratara dapat mulai beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2026.

    • Koordinasi Intensif: Pemerintah daerah bersama jajaran PLN ULP Muratara dan UP3 Lubuk Linggau terus melakukan audiensi dan koordinasi lintas sektoral di lapangan guna memastikan percepatan pengerjaan fisik.

    • Manfaat Kelistrikan: Kehadiran gardu induk ini sangat krusial untuk mengatasi masalah penurunan tegangan (listrik drop) serta memberikan kestabilan pasokan listrik yang handal bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara

    Tim 13.

  • Kalapas Kelas IIB Empat Lawang Hadiri Reses Anggota DPR RI Komisi XIII, Perkuat Sinergi Pemasyarakatan

    Kalapas Kelas IIB Empat Lawang Hadiri Reses Anggota DPR RI Komisi XIII, Perkuat Sinergi Pemasyarakatan

    murexs.silampari.com/, EMPAT LAWANG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Empat Lawang, Reza Yudhistira Kurniawan, menghadiri kegiatan reses bersama anggota DPR RI Komisi XIII pada Jumat (09/10/26).

    Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antara jajaran pemasyarakatan dan wakil rakyat.

    Kegiatan reses ini menjadi sarana komunikasi dan penyampaian aspirasi terkait pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

    Pembahasan tersebut mencakup berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemasyarakatan, serta upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembinaan terhadap warga binaan.

    Kehadiran Kalapas Empat Lawang dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan hubungan kelembagaan dan sinergi dengan para pemangku kepentingan.

    Melalui koordinasi yang baik, diharapkan berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pemasyarakatan dapat ditangani secara optimal.

    Lapas Kelas IIB Empat Lawang terus berkomitmen membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung pelaksanaan tugas yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta pembinaan warga binaan.

    Dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, diharapkan sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan para pemangku kepentingan semakin kuat, sehingga pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Nanda)

  • Musda V Golkar Empat Lawang Tetapkan Rhendy Andrea Saputra sebagai Ketua Periode 2026–2031

    Musda V Golkar Empat Lawang Tetapkan Rhendy Andrea Saputra sebagai Ketua Periode 2026–2031

    murexs.silampari.com/, EMPAT LAWANG – Rhendy Andrea Saputra, S.H., terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Empat Lawang periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) V yang digelar di Aula Hotel Kito, Talang Banyu, Kecamatan Tebing Tinggi, Jumat (09/10/26).

    Rhendy menjadi satu-satunya calon yang dinyatakan memenuhi persyaratan setelah melalui proses verifikasi pencalonan oleh tim DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan.

    Hasil verifikasi tersebut mengantarkannya terpilih memimpin Golkar Empat Lawang untuk lima tahun ke depan.

    Musda V yang mengusung tema “Golkar Solid, Indonesia Maju” tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah kebijakan dan program kerja partai di Kabupaten Empat Lawang untuk periode 2026–2031.

    Kegiatan yang dimulai pukul 14.15 WIB itu diikuti sekitar 70 peserta.

    Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan Kemas Umar Jayanegara, Ketua DPD Partai Golkar Empat Lawang sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan David Hadrianto Aljufri, Wakil Bupati Empat Lawang Arifa’i, serta mantan Bupati Empat Lawang H. Budi Antoni Aljufri.

    Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin, Wakil Ketua I DPRD Empat Lawang Siswo Pranoto Jaya, perwakilan partai politik, anggota DPRD dari Partai Golkar, serta jajaran pengurus dan kader Golkar setempat.

    Dalam sambutannya, David Hadrianto Aljufri menyampaikan bahwa Musda V merupakan bagian penting dari perjalanan organisasi Partai Golkar di Kabupaten Empat Lawang.

    Ia berharap forum tersebut dapat memperkuat proses kaderisasi sekaligus membuka ruang bagi generasi penerus untuk mengambil peran dalam kepemimpinan partai.

    Menurut David, kepengurusan yang solid menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.

    Karena itu, ia menekankan perlunya penyusunan program kerja yang terarah serta penguatan koordinasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

    Sementara itu, Wakil Bupati Empat Lawang Arifa’i mengapresiasi kontribusi Partai Golkar dalam dinamika politik dan pembangunan daerah.

    Ia berharap Musda V dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas organisasi.

    Arifa’i juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam proses pemilihan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi.

    Menurutnya, perbedaan tersebut perlu disikapi secara dewasa dengan tetap mengedepankan kebersamaan dan persatuan.

    Ia menambahkan, kerja sama antara pemerintah daerah dan partai politik sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan, menyerap aspirasi masyarakat, serta mendorong berbagai program yang berpihak pada kepentingan rakyat.

    Di sisi lain, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan Kemas Umar Jayanegara menegaskan bahwa Musda tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua, tetapi juga wadah untuk menyatukan pandangan dan merumuskan arah organisasi ke depan.

    Kemas Umar Jaya Negara berharap Rhendy Andrea Saputra dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik, membentuk kepengurusan yang solid, serta memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan dan desa.

    Ia juga mendorong DPD Partai Golkar Kabupaten Empat Lawang untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilihan umum mendatang.

    Dalam kesempatan tersebut, Kemas Umar Jaya Negara menyampaikan target perolehan lima kursi DPRD Kabupaten Empat Lawang bagi Partai Golkar.

    Terpilihnya Rhendy Andrea Saputra diharapkan menjadi awal penguatan konsolidasi internal Partai Golkar Empat Lawang, terutama dalam menyiapkan kepengurusan, menyusun program kerja, dan memperluas koordinasi organisasi untuk menghadapi agenda politik lima tahun mendatang. (Nanda)

  • Polres Muratara Gelar Press Release Operasi Sikat I Musi 2026

    Polres Muratara Gelar Press Release Operasi Sikat I Musi 2026

    murexs.silampari.com/, Muratara – Polres Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah dengan menggelar press release Operasi Sikat Musi I Tahun 2026 yang digelar dihalaman Mapolres Muratara Jumat, 9/10/2026.

    Polres berhasil mengungkap 28 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau 3C dan kasus premanisme yang dilaksanakan selama enam belas hari Operasi Sikat I Musi tahun 2026,dimulai dari tanggal 24 September sampai tanggal 9 Oktober .

    Dari press release yang digelar dihasilkan Dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengungkap 16 kasus tindak pidana 3C serta 12 kasus premanisme.

    Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Muratara AKBP Ardy Agung Permadi , SH,S.IK yang diwakili oleh waka polres Kompol Erni , didampingi para pejabat utama (PJU) Polres Muratara.

    Waka Polres Muratara Kompol Erni mengatakan capaian pengungkapan pada enam belas hari menunjukkan aktivitas penegakan hukum yang terus dilakukan jajaran kepolisian di lapangan.

    “Kami terus bergerak aktif di lapangan untuk menindak tegas pelaku kejahatan 3C maupun premanisme demi memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” ujar Kompol Erni dalam keterangannya, Jumat (09/10/2026).

    Pengungkapan 28 perkara tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan. Jajaran Polres Muratara juga terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap potensi gangguan kamtibmas selama operasi berlangsung.

    Berdasarkan hasil operasi, polisi mencatat total 16 kasus kejahatan 3C dengan 17 tersangka. Capaian target operasi disebut mencapai 100 persen.

    Adapun rincian perkaranya yaitu, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 15 kasus dengan 15 tersangka. Dari jumlah tersebut, tiga kasus merupakan target operasi (TO), sedangkan 12 kasus lainnya merupakan non-target operasi (non-TO).

    Sementara itu, untuk kasus pencurian dengan kekerasan (curas), tidak ditemukan kasus selama operasi berlangsung.
    Adapun kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tercatat sebanyak satu kasus dengan dua tersangka.

    Dengan demikian, total tersangka dalam perkara kejahatan 3C yang ditangani selama Operasi Sikat Musi I 2026 mencapai 17 orang.
    Terhadap para tersangka, polisi melakukan penahanan guna kepentingan pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

    Polisi Tangani 12 Kasus Premanisme
    Selain kejahatan 3C, Polres Muratara juga mencatat 12 kasus premanisme dengan total 12 orang yang diamankan. Capaian target operasi untuk penanganan premanisme juga dilaporkan mencapai 100 persen.

    Dari jumlah tersebut, satu orang ditahan dalam perkara dugaan penganiayaan yang disangkakan melanggar Pasal 466 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

    Sementara itu, 11 orang lainnya mendapatkan pembinaan.
    Proses Hukum Dilanjutkan
    Polres Muratara selanjutnya melanjutkan proses penyidikan terhadap perkara yang berhasil diungkap selama operasi.

    Melalui Operasi Sikat Musi I 2026, Polres Muratara berharap penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Diakhir acara Kompol Erni mengatakan akan terus mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Sikat I Musi 2026 hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

    “Kami memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kamtibmas dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” ucapnya.

    Tim 13/lul.

  • Mahasiswa Ultimatum Penanganan Karhutla Sumsel: 10 Helikopter dan Status Bencana Nasional

    Mahasiswa Ultimatum Penanganan Karhutla Sumsel: 10 Helikopter dan Status Bencana Nasional

    murexs.silampari.com/, PALEMBANG — Ikatan Mahasiswa Empat Lawang (IMEL) Palembang bersama Aliansi Organisasi Mahasiswa Daerah Sumatera Selatan (Arogans) menggelar aksi demonstrasi di Gedung Gubernur Sumatera Selatan, Kamis (08/10/26).

    Aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

    Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

    Salah satu tuntutan utama yakni meminta Pemprov Sumsel menyediakan sedikitnya 10 unit helikopter untuk mendukung upaya pemadaman karhutla.

    Menurut massa aksi, penambahan armada udara diperlukan untuk mempercepat penanganan titik api, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

    Dengan dukungan helikopter, proses pemadaman dari udara diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan menjangkau lokasi kebakaran yang berada di kawasan sulit diakses.

    Selain meminta penambahan armada pemadam, mahasiswa juga mendorong agar status bencana karhutla di Sumatera Selatan ditingkatkan menjadi bencana nasional.

    Tuntutan tersebut disampaikan agar penanganan karhutla dan dampak kabut asap memperoleh perhatian serta dukungan yang lebih besar, termasuk melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

    Mahasiswa menilai persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap masyarakat, lingkungan, serta aktivitas sehari-hari.

    Kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kualitas udara dan kenyamanan masyarakat.

    Karena itu, IMEL Palembang bersama Arogans meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran telah terjadi.

    Mereka juga mendorong penguatan langkah pencegahan, pengawasan, serta pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadi karhutla.

    Massa aksi berharap tuntutan yang disampaikan di hadapan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret.

    Mereka juga mendorong peningkatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak terkait lainnya dalam menghadapi persoalan karhutla dan kabut asap di Sumatera Selatan.

    Aksi di Gedung Gubernur Sumatera Selatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan karhutla.

    Melalui tuntutan penyediaan minimal 10 unit helikopter dan dorongan peningkatan status bencana menjadi bencana nasional, mahasiswa meminta penanganan karhutla dilakukan secara lebih terkoordinasi, terukur, serta disertai langkah pencegahan yang berkelanjutan. (Nanda)

  • Polsek Baturaja Timur Amankan Tiga Orang Diduga Pungli di Lampu Merah Air Paoh

    Polsek Baturaja Timur Amankan Tiga Orang Diduga Pungli di Lampu Merah Air Paoh

    murexs.silampari.com/, Batu Raja – Polsek Baturaja Timur menggelar patroli hunting dalam rangka Operasi Sikat I Musi Tahun 2026 untuk mengantisipasi dan menindak potensi aksi premanisme serta pungutan liar (pungli) di wilayah hukumnya.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di titik-titik yang dinilai rawan gangguan dari oknum yang meresahkan pengguna jalan.

    Patroli tersebut dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Personel Polsek Baturaja Timur yang terlibat dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim IPDA Angkut.

    Pengerahan personel ini dilakukan sebagai langkah cepat merespons potensi praktik pungli yang sering muncul di ruas jalan ramai.

    Sasaran utama patroli adalah sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadinya aksi premanisme.

    Salah satu titik yang disasar adalah Jalan Dr. Moh. Hatta, Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, tepatnya di sekitar lampu merah Simpang Empat Air Paoh.

    Lokasi itu dianggap strategis karena banyak kendaraan berhenti sehingga rawan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.

    Saat pelaksanaan patroli, petugas mendapati dan mengamankan tiga orang yang diduga melakukan pungutan liar terhadap sejumlah pengemudi kendaraan yang berhenti di lampu merah.

    Penindakan itu dilakukan langsung di tempat sebagai bentuk respons tegas terhadap praktik yang meresahkan masyarakat.

    Ketiga orang yang diamankan masing-masing berinisial CM (28), warga Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Barat; RA (22), warga Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur; dan RI (27), warga Desa Lubuk Batang Baru, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU.

    Identitas mereka dicatat oleh petugas untuk proses pembinaan lebih lanjut.

    Dari kegiatan tersebut, petugas turut mengamankan uang yang diduga merupakan hasil pungutan liar berupa pecahan Rp10.000, Rp2.000, dan Rp1.000.

    Barang bukti itu menjadi dasar petugas untuk mendalami praktik pungli yang dilakukan di sekitar lampu merah.

    Setelah diamankan, ketiga orang tersebut diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi kegiatan pungutan liar maupun tindakan yang dapat dikategorikan sebagai aksi premanisme.

    Langkah ini diambil agar mereka jera dan tidak kembali meresahkan pengguna jalan.

    Patroli hunting tersebut selesai dilaksanakan sekitar pukul 17.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Baturaja Timur terpantau aman, kondusif, dan terkendali.

    Polsek Baturaja Timur juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan praktik pungutan liar maupun aksi premanisme serta mengajak masyarakat melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

    Rilis.